Pendahuluan
MapServer adalah aplikasi Open Source yang memungkinkan sebuah data peta
diakses melalui web. Teknologi ini pertama kali dikembangkan oleh Universitas
Minesotta Amerika Serikat. Hadirnya MapServer menjadikan pekerjaan membuat Peta
Digital menjadi lebih mudah dan interaktif. Interaktif peta disini diartikan
bahwa pengguna dapat dengan mudah melihat dan mengubah tampilan peta seperti
zoom, rotate, dan menampilkan informasi (seperti menampilkan info jalan) dan
analisis (seperti menentukan rute perjalanan) pada permukaan geografi. Diagram
berikut menggambarkan bagaimana user berinteraksi dengan peta interaktif
berbasis MapServer.
Gambar 1. Diagram peta digital
berinteraksi dengan user
Websites yang Mendukung Web
Mapping
Ada beberapa websites
pemetaan yang sudah bisa digunakan dan di eksporer diantaranya adalah :
1.
Wikimap http://wikimapia.org
2.
Mesonet http://mesonet.tamu.edu/
3.
SpasialGuru http://spatialguru.com/maps/
4.
MapitOut http://www.mapitout.com/
Gambar 2. Kota Medan di
Wikimapia
Bagaimana MapServer bekerja
Map Server bekerja secara
berdampingan dengan applikasi web server. Web Server menerima request peta
melalui MapServer. MapServer mengenerate request terhadap peta dan
mengirimkannya ke web server seperti pada gambar berikut.
Gambar 3. Diagram operasi
standar pada MapServer
Fungsi utama dari
MapServer adalah melakukan pembacaan data dari banyak sumber dan menempatkannya
kedalam layer-layer secara bersamaan menjadi file graphic. Salah satu layernya
bisa saja berupa gambar satelit. Setiap layer saling overlay satu dengan
lainnya dan ditampilkan kedalam web browser. Sebuah contoh tampilan Overlaping
yang baik diperlihatkan seperti gambar berikut.
Gambar 4. Tampilan peta dengan
banyak layer
Dari gambar tersebut kita
bisa melihat sebuah foto satelit (diperoleh dari remote server),
garis-garis jalan, lokasi perkotaan, dan label-label kota yang di tampilkan
secara generic oleh MapServer. Proses pengambaran
peta (rendering) muncul setiap kali permintaan
terhadap peta baru yang dilakukan oleh Mapserver termasuk ketika user melakukan
level zoom terhadap tampilan peta.
Untuk Penjelasan Lebih lengkap, dapat anda baca pada artikel berikut:



